Dalam kesempatan itu, PHI turut memperkenalkan Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan (APEKA), yakni kompetisi karya jurnalistik bagi insan media melalui penulisan berita terkait aktivitas industri hulu migas perusahaan.

Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan kedua APEKA dengan periode pengumpulan karya dibuka hingga 16 Agustus 2026.

Dony juga memaparkan secara singkat mengenai Kontrak Kerja Sama Migas serta tantangan yang saat ini dihadapi PEP Tanjung Field.

Menurutnya, tantangan tersebut tidak hanya berfokus pada pencapaian target produksi, tetapi juga menjaga kelancaran penyaluran minyak melalui jaringan pipa sepanjang 236,4 kilometer menuju RU V Balikpapan sebagai bagian penting dari rantai pasok energi nasional.

“Oleh karena itu, dalam pertemuan BASO IGA PHI kali ini, perusahaan ingin terus membangun relasi yang kuat dan meningkatkan pemahaman rekan-rekan media tentang industri hulu migas nasional sehingga menghasilkan berita dan edukasi publik yang berkualitas,” katanya.

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan olahraga memancing bersama yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan ikan bakar khas Tanjung.

Diketahui, PEP Tanjung Field merupakan bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang dikelola PT Pertamina Hulu Indonesia.

Bersama SKK Migas, perusahaan menjalankan operasi dan bisnis hulu migas yang mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, kepatuhan, serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mendukung keberlanjutan produksi migas nasional dan mewujudkan semangat “Energi Kalimantan untuk Indonesia”. (wartabanjar.com/Suhardi).

Editor Restu