WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanah Laut kembali mengintensifkan pengawasan wilayah dengan menyisir sejumlah lokasi rawan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) di kawasan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan pada Selasa (9/6/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya menegakkan Peraturan Daerah (Perda) sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat setempat.
Petugas menyasar berbagai titik krusial, mulai dari fasilitas publik, ruang terbuka hijau (RTH), hingga kawasan pinggiran kota.
Wilayah-wilayah tersebut diawasi ketat berdasarkan pemetaan intelijen lapangan serta laporan yang diterima dari masyarakat.
Dalam operasi tersebut, personel Satpol PP menemukan sejumlah pemuda yang masih berkerumun hingga larut malam.
Petugas kemudian mengambil tindakan dengan memberikan teguran serta pembinaan langsung di tempat agar mereka segera membubarkan diri.
Baca Juga Harga BBM Naik Lagi, Pertamax di Kalteng dan Kaltim Lebih Murah Ketimbang Kalsel
Baca Juga Harga BBM Naik Lagi Hari Ini 10 Juni 2026, Pertamax di Kalsel Rp17.000 Cek Produk Lainnya
Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Laut melalui Kabid Trantibum Gilang Pradana S.STP, M.I.P menyatakan bahwa pengawasan ketat sengaja difokuskan pada titik-titik rawan berdasarkan laporan warga dan hasil pemetaan intelijen di lapangan.
“Kami menyisir lokasi yang disinyalir kerap disalahgunakan untuk aktivitas negatif, seperti tempat nongkrong muda-mudi hingga larut malam, peredaran minuman keras, hingga indikasi praktik prostitusi terselubung. Jika ditemukan pelanggaran, personel langsung melakukan tindakan persuasif dan pembinaan di tempat,” ujarnya.







