Pakar Ekspresi Sebut Permintaan Maaf Sarwendah Hanya untuk Pencitraan dan Tidak Tulus
Dari pengamatan tersebut, Kirdi menyimpulkan bahwa video yang dibuat Sarwendah bukanlah permintaan maaf dalam arti sebenarnya, namun hanya basa-basi.
"Jadi, targetnya dia melakukan ini apa? Kita tidak tahu," katanya.
Kirdi juga menyoroti bagaimana Sarwendah beberapa kali menyebut penggemar dalam video tersebut, sementara pihak lain yang terdampak hanya disinggung sekilas.
"Buat saya, ketika dia menunjukkan pertanda verbal dan non-verbal, saya ada satu lagi sebenarnya, kata-kata penyampaian terhadap penggemar itu beberapa kali, sedangkan keluarga dan lain-lain itu cuma sekali, penggemar itu berkali-kali," kata Kirdi.
BACA JUGA: Ruben Onsu Tanggapi Video Permintaan Maaf Sarwendah, Kuasa Hukumnya Bilang Begini
Diduga Hanya untuk Pencitraan
Kirdi pun menduga fokus utama video tersebut adalah untuk menjaga citra Sarwendah di mata para pengikutnya.
"Jadi, buat saya ini adalah acara untuk menampilkan katakanlah pencitraan bahwa dia minta maaf dan untuk menjaga citra dia di mata para penggemarnya," lanjutnya.
Pada akhirnya, Kirdi menegaskan kesimpulannya terkait video klarifikasi yang dibuat Sarwendah ini.
"Intinya, apakah ini permintaan maaf? Bukan. Ini adalah sebuah bentuk pencitraan seolah ini permintaan maaf. Itu cukup sangat jelas baik secara verbal maupun non-verbal," pungkasnya.
Tanggapan Ruben Onsu
Ruben Onsu menanggapi video permintaan maaf Sarwendah belum lama ini yang menghebohkan publik.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, dikatakan bahwa permohonan maaf Sarwendah itu sama sekali tidak ditujukan kepada kliennya.
Minola menilai Sarwendah mengutarakan permohonan maaf hanya kepada masyarakat dan para penggemarnya.
“Kami selaku kuasa hukum Ruben, atas postingan S (Sarwendah) yang meminta maaf ya. Nah, kami tidak bisa memberikan komentar apa-apa. Artinya itu haknya dia. Tapi yang perlu kami garisbawahi, permintaan maaf itu kan sama sekali tidak ada kaitannya dengan klien kami, Ruben Onsu,” ucap Minola Sebayang dalam wawancara pada Jumat (5/6/2026).