Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, BMKG Prediksi Cerah Berawan
WARTABANJAR.COM - Prakiraan cuaca Kalimantan Selatan (Kalsel) hari ini, Sabtu (6/6) didominasi cerah berawan.
Khusus untuk wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan intensitas sedang pada pukul 14.00 WITA.
Cuaca cerah pada pukul 17.00 WITA diprediksi terjadi di Banjarbaru dan Kotabaru.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026.
Prediksi tersebut telah disampaikan BMKG sejak Maret 2026 dan diperkuat oleh rilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada 2 Juni 2026.
Baca Juga QR Code BBM Subsidi Akan Dibuat Dinamis Guna Hindari Pemalsuan
Baca Juga 358 Jemaah Haji 2026 Kloter 2 Asal Kabupaten Banjar Tiba di Banua
“Kami telah menyampaikan sejak bulan Maret bahwa tahun ini akan terjadi fenomena El Nino. Kemudian pada tanggal 2 Juni kemarin, WMO juga telah merilis bahwa El Nino akan terjadi pada tahun 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomena yang berbeda, namun keduanya dapat berpengaruh terhadap kondisi curah hujan di Indonesia.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga akhir Mei 2026, indeks ENSO telah mencapai +1,0 yang menunjukkan kondisi El Nino, sementara sekitar 28 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Khusus di Jawa Barat, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau pada Mei hingga Juni 2026 dengan puncak musim kemarau umumnya terjadi pada Agustus dan sebagian wilayah berlanjut hingga September.
Curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah dengan sifat hujan di bawah normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.
Menurut Faisal, karakteristik musim kemarau di Jawa Barat tidak seragam karena setiap wilayah memiliki zona musim yang berbeda.
“Sebagian wilayah seperti pesisir utara Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau, sementara wilayah lain seperti Bogor memiliki karakteristik yang berbeda sehingga masih berpotensi mengalami hujan. Karena itu pemantauan perlu dilakukan secara spesifik berdasarkan zona musim,” jelasnya.
BMKG juga memperkirakan durasi musim kemarau tahun ini berlangsung antara tiga hingga tujuh bulan tergantung wilayahnya.