WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, terus mengupayakan pemerataan layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tabalong, Rowie Rawatianice, mengatakan layanan jemput bola ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh warga memperoleh hak administrasi kependudukan tanpa terkecuali.

“Layanan ini adalah komitmen kami untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan dokumen kependudukan yang layak dan mudah diakses,” ujar Rowie, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat dapat mengajukan layanan tersebut melalui mekanisme sederhana, yakni dengan berkoordinasi bersama ketua RT atau pemerintah desa apabila terdapat anggota keluarga penyandang disabilitas yang belum terdata.

“Bagi keluarga yang memiliki anggota disabilitas bisa berkoordinasi dengan RT atau kepala desa, lalu diteruskan ke kami. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Tabalong untuk memastikan pendataan berjalan baik, sehingga setelah memiliki dokumen adminduk mereka juga bisa langsung terhubung dengan layanan bantuan sosial,” jelasnya.

Rowie menambahkan, khusus untuk penyandang disabilitas dengan kondisi tertentu seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), proses pelayanan kerap menghadapi tantangan di lapangan.

Oleh karena itu, Disdukcapil juga berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mendukung pelaksanaan layanan jemput bola.

“Kami juga dibantu oleh aparat di lapangan, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabalong hingga pihak kepolisian sektor setempat, agar proses pelayanan bisa berjalan aman dan lancar,” tambahnya.

BACA JUGA: Maksimalkan Layanan Adminduk, Disdukcapil Tabalong Hadirkan Mobil Pelayanan Keliling

BACA JUGA: Resmi Beroperasi, Kantor Baru Disdukcapil Tabalong Diharapkan Dongkrak Layanan Publik Lebih Cepat dan Nyaman

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabalong mencatat telah memberikan layanan jemput bola kepada 805 penyandang disabilitas di wilayah tersebut.

Pelayanan tersebut menyasar berbagai kategori disabilitas, yakni disabilitas fisik sebanyak 138 orang, disabilitas netra 51 orang, disabilitas rungu 133 orang, disabilitas mental atau jiwa 371 orang, disabilitas fisik dan mental 37 orang, serta disabilitas lainnya sebanyak 75 orang.