تَقَبَّلَ اللَّهُ حَجَّكَ، وَزَكَّى عَمَلَكَ، وَرَزَقَنَا وَإِيَّاكَ الْعَوْدَ إلَى بَيْتِهِ الْحَرَامِ
Taqabbalallāhu ḥajjaka, wa zakkā ‘amalaka, wa razaqanā wa iyyāka al-‘auda ilā baitihil ḥarām.
Artinya: “Semoga Allah menerima hajimu, menyucikan amalmu, dan menganugerahkan kepada kami dan kepadamu kesempatan untuk kembali mengunjungi Masjidil Haram.” (Al-Furu’ wa Tashih al-Furu’ [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol 10, H 232)
Pada dasarnya, doa ini tidak hanya ditujukan bagi jamaah yang baru pulang saja namun juga menjadi ungkapan harapan agar kaum Muslimin lainnya supaya dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah ke Tanah Suci.
3. Doa agar mendapatkan haji mabrur
Di antara doa yang paling utama dipanjatkan untuk jamaah haji adalah doa agar Allah menerima seluruh amal ibadahnya, menjadikannya sebagai haji yang mabrur, serta mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan.
Doa ini disebutkan oleh Imam Ibn Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam karyanya Lathaif al-Ma’arif. Berikut lafaz doa yang dimaksud:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبًا مَغْفُورًا
Allāhummaj’alhu ḥajjan mabrūran, wa sa’yan masykūran, wa dzanban maghfūrā.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajiku sebagai haji yang mabrur, usahaku sebagai usaha yang diterima, dan dosaku sebagai dosa yang diampuni.” (Lathaif al-Ma’arif [Beirut: al-Maktab al-Islami], vol 1, h 115)
Doa ini memiliki kedudukan istimewa lantaran merangkum tujuan utama ibadah haji, yaitu diterimanya amal oleh Allah serta terhapusnya dosa-dosa seorang hamba.
Haji yang mabrur sendiri merupakan cita-cita setiap jamaah, sebab balasan bagi haji mabrur tidak lain adalah surga. (Wartabanjar.com/MUI)
Editor Restu







