2. Doa memohon kesucian amal dan kesempatan kembali ke Baitullah
Doa berikutnya, dinukil oleh Imam Ibn Muflih al-Hanbali (wafat 763 H) dari riwayat Ibn Ashram.
Selain memohon diterimanya ibadah haji, doa ini juga berisi harapan agar amal ibadah jamaah disucikan serta diberikan kesempatan untuk kembali mengunjungi Baitullah pada masa mendatang. Berikut lafaz doa yang dimaksud:
تَقَبَّلَ اللَّهُ حَجَّكَ، وَزَكَّى عَمَلَكَ، وَرَزَقَنَا وَإِيَّاكَ الْعَوْدَ إلَى بَيْتِهِ الْحَرَامِ
Taqabbalallāhu ḥajjaka, wa zakkā ‘amalaka, wa razaqanā wa iyyāka al-‘auda ilā baitihil ḥarām.
Artinya: “Semoga Allah menerima hajimu, menyucikan amalmu, dan menganugerahkan kepada kami dan kepadamu kesempatan untuk kembali mengunjungi Masjidil Haram.” (Al-Furu’ wa Tashih al-Furu’ [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol 10, H 232)
Pada dasarnya, doa ini tidak hanya ditujukan bagi jamaah yang baru pulang saja namun juga menjadi ungkapan harapan agar kaum Muslimin lainnya supaya dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah ke Tanah Suci.
3. Doa agar mendapatkan haji mabrur
Di antara doa yang paling utama dipanjatkan untuk jamaah haji adalah doa agar Allah menerima seluruh amal ibadahnya, menjadikannya sebagai haji yang mabrur, serta mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan.
Doa ini disebutkan oleh Imam Ibn Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam karyanya Lathaif al-Ma’arif. Berikut lafaz doa yang dimaksud:







