WARTABANJAR.COM - Klub Ipswich Town telah naik kasta di Liga Inggris musim 2026/2027. Tapi sukses tersebut malah membuat Elkan Baggott merasa terancam.

Pasalnya, di balik keberhasilan klub berjuluk The Tractor Boys tersebut kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris, tersimpan ancaman besar bagi masa depan bek Timnas Indonesia itu.

Alih-alih semakin dekat dengan debut di Liga Inggris, Elkan Baggott justru menghadapi ketidakpastian terkait posisinya di skuad utama Ipswich Town.

Baca Juga: Guardiola Tolak Latih Inter Miami, Karena Ada Messi?

Baca Juga: Jay Idzes Bakal Tinggalkan Sassuolo, Ikuti Grosso Membela Fiorentina di Liga Italia Musim Depan

Menurut laporan media Inggris, TWTD, peluang Elkan Baggott bertahan di tim utama Ipswich Town musim depan terbilang kecil.

Bek berusia 23 tahun tersebut dinilai berpotensi kembali dipinjamkan atau bahkan dilepas secara permanen, pada bursa transfer musim panas 2026 meski kontrak Baggott bersama Ipswich masih berlaku hingga Juni 2028.

Masa kontrak yang panjang tidak otomatis menjamin tempat di skuad utama, terutama ketika persaingan semakin ketat setelah promosi ke Liga Inggris.

Sejak menembus tim senior Ipswich, Baggott memang beberapa kali menjalani masa peminjaman ke klub lain demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.

Situasi serupa berpotensi kembali terjadi musim panas ini. "Baggott terikat kontrak dengan Town hingga musim panas 2028 setelah menandatangani kontrak baru Agustus lalu," tulis artikel TWTD, pada Selasa (2/6/2026) waktu setempat.

"Kepindahannya dari Portman Road secara permanen atau pinjaman tampaknya hampir pasti menjelang musim baru," lanjutnya.

Musim 2025/2026 menjadi periode yang cukup sulit bagi Elkan Baggott. Sepanjang musim, ia hanya mencatatkan dua penampilan bersama tim utama Ipswich Town, keduanya terjadi di ajang Piala FA.

Sementara di kompetisi Championship, Baggott tidak mendapatkan kesempatan bermain sama sekali.

Pelatih Kieran McKenna lebih sering mengandalkan pemain-pemain senior yang dianggap lebih siap menghadapi persaingan ketat dalam misi promosi.

Akibat minimnya kesempatan di tim utama, Baggott lebih banyak bermain bersama tim U21.