Keberadaan Como di bawah asuhan Cesc Fabregas yang lolos ke Liga Champions 2026-2027, bCarlalberto Ludi, itu bukanlah keajaiban.
Hal ini menanggapi banyak yang menganggap kesuksesan Como 1907 besutan Cesc Fabregas finis di empat besar sebagai sebuah aksi ajaib.
Penilaian yang tak sepenuhnya salah, mengingat pada 18 bulan silam, Como masih berkutat di Serie B, kasta kedua sepak bola Italia.
Setelah 21 tahun menanti, Como kemudian kembali berpartisipasi di Serie A Liga Italia pada 2024-2025. Pasukan asuhan Cesc Fabregas perlahan tumbuh sebagai kekuatan baru Italia. Perkembangan terus ditunjukkan Como.
“Ini telah disebut sebagai keajaiban olahraga, tetapi saya tidak sepenuhnya setuju,” ujar Carlalberto Ludi, dikutip Tuttomercatoweb dari Radio Anch’Io Sport.
Baginya, sukses Como musim 2025-2026 merupakan hasil dari sebuah proyek yang terencana.
“Sebuah keajaiban tidak dibangun di atas kualitas, kompetensi, kerja keras, dan budaya. Kami melakukan semua itu dengan gagasan untuk memperbaiki posisi klasemen musim lalu.”
“Memang benar Fabregas menyembunyikan kartu-kartunya, tetapi pada Januari lalu kami mengatakan kepada diri sendiri bahwa kami bisa melakukannya tanpa tekanan,” ujar Carlalberto Ludi menjelaskan. (Wartabanjar.com)







