WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencatat prestasi membanggakan di sektor pendidikan tahun 2026 ini.

Kabupaten ini berhasil meraih Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan tertinggi se-Kalimantan Selatan, dengan predikat Tuntas Madya serta mencatat capaian numerasi jenjang Sekolah Dasar (SD) terbaik di tingkat provinsi.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, saat membuka kegiatan Semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun 2026 di Balai Rakyat Barabai, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: 17 Santri TPA Da’watul Khair Bakapas Khatam Alquran, Bupati HST Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Baca Juga: Bupati Rahmat Trianto Hadiri Wisuda Santri Ponpes Sirajul Huda Pelaihari, Tekankan Pentingnya Akhlakul Karimah

Menurut Bupati Samsul Rizal, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa upaya meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Murakata terus menunjukkan hasil positif, melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh. Karena itu peningkatan kualitas SDM akan terus menjadi program prioritas utama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujarnya.

Selain meraih SPM Pendidikan tertinggi di Kalimantan Selatan, HST juga menerima penghargaan sebagai Mitra Kerja Sama Terbaik dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan.

Bupati Samsul Rizal mengatakan, berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bermutu di Hulu Sungai Tengah bukan sekadar target, tetapi hasil dari kerja sama yang dibangun antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, sekolah, orang tua, dan masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa pendidikan bermutu di HST bukan sekadar wacana, melainkan hasil kerja nyata dari sinergi dan kolaborasi yang terus kita bangun bersama,” katanya.

Meski berhasil meraih berbagai prestasi, Bupati mengingatkan seluruh pihak agar tidak cepat berpuas diri.

Menurutnya, mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dibandingkan meraihnya, sehingga inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan harus terus dilakukan.