WARTABANJAR.COM - Siapapun yang menang dalam final Liga Championship 2026, sejarah baru akan tercipta.

Dan, hasilnya sejarah lebih memihak ke Paris Saint Germain (PSG) ketimbang Arsenal.

Arsenal gagal mencetak sejarah bagi perjalanan mereka untuk kali pertama meraih gelar juara Liga Champions.

Sebaliknya, PSG mampu membuat sejarah sebagai salah satu tim yang mampu peraih trofi juara Liga Champions dua kali beruntun.

Kekalahan Arsenal dalam laga di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Minggu (31/5/2026) dinihari WIB, terasa sangat tragis.

Betapa tidak, skuat asuhan Mikel Arteta ini unggul terlebih dulu lewat gol cepat Kai Havertz di menit ke-6.

Namun, mampu disamakan oleh PSG lewat tendangan penalti bombernya, Ousmane Dembele pada menit ke-64.

Skor 1-1 bertahan hingga laga dan babak tambahan berakhir.

Baca Juga: Liverpool Pecat Arne Slot, Dianggap Biang Kegagalan The Reds di Liga Inggris

Baca Juga: Allegri Berlabuh di Napoli, Sepakat Pindah Saat AC Milan Melakoni Laga Terakhir Liga Italia

Adu penalti pun menjadi penentu sejarah.

PSG memulai terlebih dulu dengan sang algojo, Goncalo Ramos. Gol.

Lalu Viktor Gyokeres menyamakan skor karena penaltinya juga mulus masuk gawang.

Penendang kedua PSG, Desire Doue tak mau kalah. Gol.

Sebaliknya, algojo kedua Arsenal, Eberechi Eze gagal. Bola melebar ke sisi gawang.

Nasib serupa dialami penendang ketiga PSG, Nuno mendes. Bola mampu diblok kiper Arsenal, David Raya.

Arsenal mampu menyamakan skor saat penalti Declan Rice masuk gawang.

Namun, Achraf Hakimi dari PSG Kembali membobol gawang Arsenal.

Skor Kembali imbang saat penendang keempat Arsenal, Gabriel Martinelli sukses menjalankan tugasnya.

Ketegangan pun terjadi di tendangan kelima atau terakhir.

Beraldo mampu menjadikan PSG unggul.

Petaka pun dialami Arsenal Ketika penendang terakhirnya, Gabriel Magalhaes justru menendang bola ke atas gawang.

Skor adu penalti pun menjadi 4-3 untuk keunggulan PSG.

Sejarah pun tercipta, PSG mempertahankan gelar juara Liga Champions dengan skor akhir 5-4.