WARTABANJAR.COM, TANJUNG– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar masih dirasakan para sopir yang tergabung dalam Persatuan Bubuhan Sopir Truk Tabalong (PBSTT) pasca aksi penyampaian pendapat di depan DPRD Tabalong beberapa hari lalu.
Pada Sabtu (30/5/2026) pagi, delapan perwakilan sopir truk mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tabalong untuk menyampaikan keluhan terkait sulitnya memperoleh Bio Solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Mereka diterima petugas piket Pamapta Polres Tabalong, Ipda Hanrio Pardede.
Dalam pertemuan itu, para sopir mengeluhkan tidak tersedianya Bio Solar di SPBU Maburai, Kecamatan Murung Pudak, SPBU Hikun, Kecamatan Tanjung, dan SPBU Mantuil, Kecamatan Muara Harus.
Menurut para sopir, sejak aksi penyampaian pendapat yang digelar pada 26 Mei lalu, ketiga SPBU tersebut tidak lagi melayani penjualan Bio Solar.
Mereka mengaku telah menanyakan langsung kepada operator SPBU, namun belum memperoleh penjelasan yang memuaskan mengenai penghentian distribusi BBM subsidi tersebut.
Salah satu perwakilan sopir, M. Ridwan (40), mengatakan informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa ketiga SPBU tersebut tidak lagi melakukan pemesanan Bio Solar setelah aksi unjuk rasa para sopir truk di DPRD Tabalong.
“Kami datang ke Polres Tabalong agar keluhan ini dapat disampaikan kepada pemimpin dan ditindaklanjuti karena kondisi ini sangat berdampak terhadap aktivitas angkutan barang,” kata Ridwan.







