WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Ratusan sopir truk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan simpang gerbang Jalan Nan Sarunai, Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (26/5/2026).

Aksi tersebut dipicu sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam aksi itu, ratusan truk terlihat berjejer rapi di sepanjang bahu jalan sekitar simpang gerbang Jalan Nan Sarunai.

Para sopir menyuarakan keluhan mereka terkait terbatasnya pasokan Bio Solar di sejumlah SPBU di Tabalong.

Massa aksi kemudian bergeser menuju Kantor DPRD Tabalong menggunakan armada truk mereka untuk mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.

Pergeseran massa mendapat pengawalan ketat dari jajaran Satlantas Polres Tabalong guna memastikan arus lalu lintas tetap aman dan lancar selama konvoi berlangsung.

BACA JUGA: Kapolres Tabalong Sidak SPBU Menanggapi Keluhan Sopir Truk Soal Antrean BBM Bersubsidi

BACA JUGA: Patroli Gabungan Polisi Sasar SPBU di Tabalong, Distribusi BBM Dipastikan Lancar

Di lokasi, massa ditemui langsung oleh Wakil Bupati Tabalong, Habib M. Taufani Alkaf, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tabalong.

Dalam kesempatan tersebut, para perwakilan sopir menyampaikan keluh kesah mengenai sulitnya memperoleh Bio Solar di SPBU.

Kondisi itu disebut berdampak terhadap keterlambatan distribusi logistik serta menurunkan pendapatan para sopir truk.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Tabalong menyatakan pemerintah daerah telah berupaya mencari solusi agar distribusi Bio Solar di wilayah tersebut dapat lebih merata.

“Pemerintah daerah telah hadir untuk memberikan solusi kepada pihak SPBU yang belum bisa menyediakan solar di tempatnya. Kita telah meminta pihak mereka untuk mengajukan penyediaan solar kepada pemerintah daerah, dan selanjutnya akan kami usulkan kepada pihak Patra Niaga,” ujar Taufani.

Ia mengungkapkan, saat ini dari total 13 SPBU yang beroperasi di Kabupaten Tabalong, hanya lima SPBU yang menyediakan Bio Solar bersubsidi.

Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab antrean panjang dan sulitnya sopir mendapatkan BBM subsidi.