Minum Banyak Air Putih Bisa Turunkan Kolesterol Usai Konsumsi Daging Kurban? Begini Kata Pakarnya
Bukti penelitian menunjukkan bahwa tubuh yang kekurangan asupan cairan berisiko tinggi memicu gangguan kardiometabolik.
Sebaliknya, sejumlah riset memaparkan fakta bahwa konsumsi air putih dalam jumlah memadai dan rutin setiap hari mampu membantu menurunkan lipid darah secara perlahan.
Seorang ahli gizi membuktikan bahwa menurunkan kolesterol bisa dilakukan dengan cara sederhana, yakni menambahkan serat ke setiap waktu makan tanpa diet ekstrem.
BACA JUGA: Wajib Tahu, Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia
Penelitian dalam jurnal The Journal of Nutrition menyebut efek penurunan ini kemungkinan besar terjadi karena asupan cairan tinggi mendukung metabolisme kolesterol dan trigliserida.
Meskipun mekanisme pastinya belum terurai jelas, manfaat cukup air minum ini tidak bisa diabaikan begitu saja.
"Oleh karena itu, hidrasi harus dipandang sebagai strategi pelengkap di samping terapi yang sudah mapan seperti diet sehat, obat-obatan, dan olahraga, bukan pengobatan yang berdiri sendiri," tutur Peruvemba.
Walaupun tidak secara instan menghapus tumpukan kolesterol, hidrasi memegang kendali penting atas kesehatan jantung secara menyeluruh.
"Dehidrasi membuat jantung lebih sulit memompa darah ke seluruh tubuh," terang ahli gizi terdaftar untuk pencegahan kanker di Ladybug Nutrition, Jamie Baham, M.S., R.D.N., L.D.
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal medis European Heart Journal turut menggarisbawahi bahwa menjaga pasokan cairan secara optimal sangatlah vital, terutama seiring bertambahnya usia.
Langkah preventif ini dinilai dapat memperlambat penurunan kinerja fungsi jantung dan menekan risiko gagal jantung di kemudian hari.
Air putih membantu memaksimalkan pembuangan lemak.
Salah satu cara minum air membantu tubuh kita mempertahankan kadar kolesterol yang sehat adalah dengan membantu membuang kotoran dan empedu keluar dari tubuh.
Saat kita mengonsumsi makanan kaya serat penurun kolesterol, keberadaan air menjadi kunci utama melancarkan pergerakan pencernaan dan usus.
Cairan inilah yang memastikan tumpukan kolesterol dapat tersapu keluar bersama kotoran.
Tanpa cairan memadai, proses pembuangan di dalam usus akan terhambat dan memicu sembelit yang menyiksa.