WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Sebanyak 33 titik indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Kalimantan Selatan, berdasarkan pemantauan udara yang dilakukan tim terkait.

Hal tersebut disampaikan Kasubid Kedaruratan sekaligus Manager Pusdalops-PB BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Noor Jamaluddin, saat ditemui di Banjarbaru, Senin (11/08/2026).

"Untuk se-Kalsel ada 33 titik. Itu baru temuan udara hasil patroli pesawat, belum akumulasi dengan laporan Satgas darat seluruh kabupaten/kota," ujarnya.

Khusus wilayah Banjarbaru, terdapat tujuh titik yang terpantau dalam pemantauan pada hari ini dan sebelumnya.

BPBD Kalsel juga memiliki sistem pemantauan khusus untuk memonitor perkembangan titik karhutla. 

Dalam sistem tersebut, titik kebakaran dikelompokkan berdasarkan tingkat prioritas dengan penanda ring. "Ring satu ini yang kami utamakan terlebih dahulu," jelas Noor.

OMC Menunggu Perpanjangan Kontrak
Terkait operasi modifikasi cuaca (OMC), Noor menjelaskan kegiatan tersebut saat ini belum dilaksanakan di Kalsel, karena berdasarkan informasi BMKG belum terdapat potensi awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.

Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Balita Meninggal di Banjarbaru, Polisi Peragakan 34 Adegan

Baca Juga: Asap Karhutla Mulai Turunkan Jarak Pandang Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru

Menurutnya, penyemaian membutuhkan kondisi awan dengan potensi yang memadai. Saat ini kondisi awan di Kalsel masih belum mendukung pelaksanaan OMC.

Sementara itu, BPBD masih menunggu konfirmasi terkait perpanjangan kontrak OMC dari BNPB.

Untuk dukungan helikopter water bombing, dari empat unit yang dikontrak, saat ini dua unit masih standby di wilayah operasi. 

Sementara unit lainnya direlokasi untuk mendukung penanganan kondisi di kawasan Bromo, Malang. (wartabanjar.com/muhammadjamaluddin)