Asap Karhutla Mulai Turunkan Jarak Pandang Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai muncul pada pagi di sekitar Bandara Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Namun hingga Senin (10/8/2026), kondisi tersebut belum mengganggu aktivitas operasional maupun penerbangan.
Branch Communication and CSR Department Head Bandara Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, mengatakan seluruh penerbangan masih berjalan normal.
“Sampai saat ini kabut asap belum mengganggu kegiatan operasional di Bandara Syamsudin Noor. Memang setiap pagi ada kabut asap, namun penerbangan masih dalam kondisi normal,” ujar Ahmad dalam wawancara, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kondisi jarak pandang pada pagi memang mengalami penurunan.
Meski demikian, jarak pandang masih berada di kisaran 1.500 meter dan belum berdampak terhadap operasional penerbangan.
“Hingga saat ini belum ada penerbangan yang mengalami delay atau dibatalkan akibat kabut asap. Semua berjalan dengan normal,” jelasnya.
Baca juga: Gunungan Sampah TPA Basirih Banjarmasin Pun Terbakar, Pemadam Semprot Api Pakai Air Lindi
Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Unsur Kesengajaan, Karhutla Cempaka Bakar 10 Hektare
Mengantisipasi kemungkinan kabut asap semakin tebal akibat karhutla, pihak Bandara Syamsudin Noor telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
Rapat koordinasi dilakukan bersama BMKG, AirNav Indonesia, serta stakeholder terkait untuk menyusun langkah antisipasi dan memastikan keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.
“Untuk antisipasi, kita telah melakukan rapat koordinasi bersama BMKG, AirNav dan stakeholder terkait untuk bagaimana kita bisa bersinergi menghadapi karhutla, terutama di kawasan sekitar bandara,” katanya.
Ahmad menegaskan kondisi penerbangan hingga saat ini masih normal.
Namun, pihak bandara tetap mewaspadai perkembangan kabut asap yang dapat memengaruhi jarak pandang.
Di tengah potensi gangguan akibat kondisi cuaca dan kabut asap, pihak Bandara Syamsudin Noor mengimbau calon penumpang mengatur waktu perjalanan dengan baik.
Penumpang disarankan sudah berada di bandara minimal tiga jam sebelum jadwal penerbangan, sehingga memiliki waktu cukup untuk melakukan proses check-in dan pemeriksaan keamanan.