WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostasan) Kabupaten Tanah Laut (Tala) memaparkan lima program prioritas strategis tahun 2026 pada Apel Kerja Gabungan Lingkup Pemkab Tala di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (10/8/2026).

Langkah ini diambil guna mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan digital, memperluas akses komunikasi masyarakat, serta menjamin keamanan siber daerah.

Dalam pengarahannya, Kepala Diskominfostasan Tala Rika Amalia merinci lima fokus utama instansinya, meliputi perluasan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), transformasi layanan digital pemerintahan, penguatan keterbukaan informasi publik dan saluran pengaduan, peningkatkan keamanan siber, hingga optimasi pengelolaan statistik daerah.

Sektor infrastruktur difokuskan pada perluasan jaringan GSM Booster sampai ke tingkat kecamatan dan desa, didampingi pengembangan Data Center Terpadu sebagai pusat pengelolaan data digital Pemkab Tala.

Pada aspek layanan publik, penataan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dialihkan menuju Pemerintahan Digital (PEMDI) yang berorientasi pada kebutuhan warga.

Diskominfostasan Tala juga memaksimalkan layanan kegawatdaruratan integratif Razalakas 112 yang menghubungkan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta BPBD Tala.

Baca Juga Kobaran Api di Gang Swarga Belakang SPBU Gambut Kabupaten Banjar Panikkan Warga

Baca Juga Aliansi Mahasiswa Adukan Pilrek ULM ke Ombudsman, Diduga Ada Pelanggaran

Upaya keterbukaan publik terus dipacu agar seluruh SKPD dan kecamatan mencapai status badan publik informatif, melanjutkan capaian predikat informatif tingkat provinsi pada 2025 serta penghargaan nasional atas program siaran inovatif Razawali.

Aspek keamanan informasi diperkuat melalui audit sistem, penerapan enkripsi data, dan pembentukan Tim Cepat Tanggap Insiden Siber (Agen Siber).

Sementara pada bidang statistik, pemicuan Satu Data Tala dilakukan dengan mengoptimalkan peran wali data beserta produsen data di setiap unit kerja.

"Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perubahan cara berpikir dan cara kerja kita semua. Mari bersama-sama wujudkan Kabupaten Tala yang informatif, terhubung, aman secara digital, dan berbasis data," ujar Rika Amalia. (Wartabanjar.com/*).