Gelar turnamen tersebut juga menjadi kado perpisahan bagi Oliver Glasner.
Diketahui, Glasner bakal meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Crystal Palace akhir musim ini.
Dilansir Opta, Glasner kini tercatat sebagai pelatih kedua yang memenangkan trofi Eropa dalam laga terakhirnya sebagai pelatih, setelah Maurizio Sarri bersama Chelsea pada 2019.
Crystal Palace pun juga mempertegas dominasi klub Inggris di Eropa, setelah sebelumnya Aston Villa mampu memenangkan gelar di Liga Eropa musim ini.
Keberhasilan Crystal Palace menjuarai kompetisi Liga Konferensi Eropa musim 2025/2026 menyisakan berkah bagi kompetisi Liga Inggris.
Liga Inggris dipastikan kembali panen jatah slot tambahan di kompetisi Eropa musim depan.
Dengan status tersebut, Crystal Palace otomatis berhak mengamankan satu tiket lolos otomatis ke ajang Liga Eropa musim depan.
Meskipun posisi Crystal Palace terpelosok di peringkat ke-15 klasemen akhir Liga Inggris. Hal itu tidak terlalu bermasalah bagi Crystal Palace.
Hal ini karena mereka tetap berhak tampil di Liga Eropa musim depan, berkat predikatnya sebagai juara di Liga Konferensi.
Lolosnya Crystal Palace ke Liga Eropa musim depan, otomatis kian mempertegas dominasi tim Inggris di kompetisi Benua Biru.
Bagaimana tidak, setidaknya ada tiga klub Inggris yang akan berlaga di Liga Eropa musim depan, yairtu Crystal Palace, Bournemouth dan Sunderland.
Khusus Bournemouth dan Sunderland, kedua tim tersebut berhak mewakili Inggris berlaga di Liga Eropa musim depan, karena mampu menyelesaikan kompetisi Liga Inggris musim ini di posisi keenam dan ketujuh.







