AC Milan Sedang Bermasalah, Manajemen Ingin Klub Gagal di Liga Italia
WARTABANJAR.COM - Menjelang berakhirnmya Liga Italia Serie A 2025/2026, badai menerpa klub AC Milan. Adanya kekacauan luar biasa di jajaran manajemen Rossoneri, dan kondisinya jauh lebih bergejolak daripada yang terlihat di permukaan.
Dilaporkan terjadi perselisihan fisik antara Zlatan Ibrahimovic dan Massimiliano Allegri, hingga konspirasi internal yang menginginkan klub gagal menembus zona Liga Champions.
Ketegangan antara Allegri selaku pelatih dan Ibrahimovic yang menjabat sebagai penasihat khusus RedBird, sebenarnya sudah lama terendus.
Namun, laporan terbaru dari media terkemuka Italia, Corriere della Sera menyebutkan bahwa situasi di balik layar jauh lebih toxic dari perkiraan publik.
Baca Juga: Dua Tahun di Thailand, Warga Kalsel ini Ceritakan Suasana Idul Adha 2026 di Negeri Gajah Putih
Baca Juga: Tak Perlu Detoks Pencernaan Usai Banyak Makan Daging Kurban, Cukup Lakukan Pola Makan Mudah ini Saja
Berdasarkan laporan Corriere della Sera, friksi antara Ibrahimovic dan Allegri sempat memuncak menjadi perselisihan fisik. Keduanya terlibat keributan di sebuah restoran.
Saat insiden tersebut terjadi, CEO Milan, Giorgio Furlani turut berada di lokasi.
Ketegangan yang hampir lepas kendali tersebut akhirnya berhasil diredam, setelah Direktur Olahraga, Igli Tare turun tangan secara fisik untuk memisahkan Ibrahimovic dan Allegri.
Bocoran yang tidak kalah mencengangkan, adanya indikasi sabotase mental dari dalam manajemen sendiri.
Hal tersebut terlihat pada laga pamungkas Serie A yang krusial melawan Cagliari, Alexis Saelemaekers sempat mencetak gol pembuka saat pertandingan baru berjalan beberapa menit.
Menariknya, dalam laga tersebut, hanya Igli Tare yang terlihat merayakan gol tersebut di tribun direksi.
Sumber dari Corriere della Sera mengisyaratkan, para direktur AC Milan lainnya sengaja tidak senang dengan gol tersebut.
Alasan di baliknya cukup ironis, jika Milan berhasil lolos ke Liga Champions, manajemen akan menghadapi konsekuensi finansial dan klausul kontrak yang jauh lebih rumit serta mahal, untuk memecat Allegri dan Tare.