WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabalong melakukan monitoring progres program satu desa satu wifi di Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Monitoring dilakukan untuk memastikan akses internet gratis yang dipasang di ruang terbuka hijau smart dapat dimanfaatkan masyarakat.

Kegiatan monitoring dilaksanakan pada 21 Mei 2026 oleh Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Tabalong dengan menyambangi sejumlah titik ruang terbuka hijau smart di wilayah Kecamatan Jaro.

Beberapa lokasi yang ditinjau di antaranya Desa Lano, Desa Purui, dan Desa Jaro. Dari hasil monitoring, akses internet di lokasi tersebut dipastikan berjalan baik dan sudah digunakan warga untuk berbagai kebutuhan.

Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Tabalong, Muhammad Zainani, mengatakan program satu desa satu wifi diharapkan mampu mendukung literasi digital hingga pengembangan UMKM desa.

Baca Juga Operator Ditahan, Polisi Masih Kembangkan Kasus Grader Maut Tambak Babi Kabupaten Banjar

Baca Juga Patroli Tengah Malam, Polres HST Amankan Sejumlah Remaja dan Motor Diduga Balap Liar

“Dari hasil monitoring kita hingga saat ini kondisinya alhamdulillah akses internetnya berfungsi dengan baik dan digunakan oleh masyarakat. Rencana kami agar akses internet satu desa satu wifi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat dan juga untuk mengembangkan, mungkin di sana ada UMKM, ada literasi digital dan lain-lain,” ujar Zainani.

Meski begitu, Diskominfo Tabalong mengakui masih ada sejumlah desa yang belum terpasang jaringan wifi gratis. Hal itu disebabkan pembangunan ruang terbuka hijau smart yang belum rampung hingga keterbatasan anggaran.

Pemkab Tabalong memastikan pemasangan akses wifi yang belum terlaksana akan diselesaikan pada anggaran perubahan tahun 2026, khususnya di wilayah Kecamatan Jaro.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap pemerataan akses internet di pedesaan dapat terus ditingkatkan. Selain mempermudah masyarakat mengakses informasi, program itu juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital di desa. (wartabanjar.com/Suhardi/*).

Editor Restu