Seorang Anak Tewas dalam Penganiayaan di Bintang Ara Tabalong, Diduga Pelaku Alami Gangguan Jiwa
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Peristiwa penganiayaan tragis terjadi di Desa Dambung Raya, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Senin (25/5/2026) pagi.
Seorang anak laki-laki berusia lima tahun tewas setelah mengalami luka tebas di bagian leher akibat serangan senjata tajam jenis parang oleh pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa alias stres.
Selain korban meninggal dunia, dua warga lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J melalui Kasi Humas, IPTU Heri Siswoyo mengatakan, korban merupakan anak yang tinggal bersama orang tuanya di Desa Dambung Raya.
“Korban mengalami luka tebas di bagian leher akibat serangan menggunakan senjata tajam jenis parang,” ujar IPTU Heri.
Dua korban luka lainnya masing-masing berinisial BER (50) dan NOR (36).
BER mengalami luka bacok di bagian kepala hingga harus mendapat sekitar 30 jahitan, sementara NOR yang merupakan ibu korban mengalami luka pada tangan kanan saat berusaha merebut parang dari tangan pelaku.
Pelaku diketahui berinisial WE (37), yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, yakni pamannya.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat korban keluar rumah menuju teras untuk buang air kecil setelah bangun tidur.
Saat itu pelaku diduga langsung menarik korban ke jalan sambil membawa parang.
Melihat kejadian tersebut, NOR berusaha menyelamatkan anaknya dengan merebut senjata dari tangan pelaku, namun upaya itu gagal dan ia mengalami luka pada tangan akibat perlawanan pelaku.
Pelaku kemudian menebas korban di bagian leher hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Setelah itu, pelaku juga menyerang BER yang melintas di sekitar lokasi hingga mengalami luka serius di bagian kepala.
Salah seorang saksi lain yang juga merupakan paman korban sempat mencoba melerai, namun pelaku kembali mengejar sehingga saksi melarikan diri ke rumah warga sekitar.
Usai melakukan aksinya, pelaku berjalan menuju arah Jembatan Sekuyah dan sempat mencoba menyerang seorang warga lain berinisial BJ di sebuah warung.