Perlu kami sampaikan juga bahwa kenaikan tarif telah berdampak pada menurunnya keseimbangan antara ketersediaan layanan dan jumlah pemesanan terhadap jasa transportasi daring.

Semakin tingginya harga layanan membuat minat masyarakat dalam menggunakan layanan transportasi online menurun secara drastis karena harga yang tinggi tidak berbanding lurus dengan rata-rata pendapatan masyarakat.

Berkurangnya minat masyarakat terhadap penggunaan layanan transportasi online tentunya menyebabkan pendapatan pengemudi menjadi semakin berkurang sehingga berdampak pada
menurunnya kesejahteraan pengemudi.

"Tujuan kami adalah menjaga peluang penghasilan yang stabil bagi mitra dan memastikan arus pesanan tetap berkelanjutan," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan bahwa Maxim senantiasa membuka ruang komunikasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat dan siap meninjau kembali kebijakan tarif melalui proses
evaluasi yang komprehensif dan objektif dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak, termasuk penumpang, pengemudi, dan platform.

Pada kondisi saat ini, penerapan kenaikan tarif secara terburu-buru dinilai belum menjadi langkah yang tepat.

Oleh karena itu, Maxim mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog yang konstruktif
dengan berlandaskan data dan fakta.

Maxim berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan ekosistem layanan, stabilitas jangka panjang,
serta kesejahteraan para mitra pengemudi.

Sebelumnya diwartakan bahwa sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Driver Online Kalimantan Selatan Bersatu (DOKB) menggelar aksi di depan Kantor Maxim Cabang Banjarmasin, Jalan Perdagangan, Kamis (21/5/2026).

Dalam aksi tersebut, para driver menuntut pihak aplikator segera menyesuaikan tarif batas bawah sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Selatan yang dinilai belum diterapkan oleh Maxim.

Sekitar 50 orang driver terlihat menyampaikan aspirasi secara bergantian melalui orasi, dengan pengawalan aparat dari Polresta Banjarmasin.

Sekretaris Jenderal DOKB, Zani, mengatakan selama ini tarif yang diterapkan Maxim masih berada di bawah ketentuan yang berlaku di Kalimantan Selatan.

“Tarif perjalanan untuk jarak 0 hingga 3 kilometer di aplikasi Maxim masih sebesar Rp12.900. Dari nominal tersebut, pendapatan bersih yang diterima driver hanya sekitar Rp10 ribu setelah dipotong biaya aplikasi,” ujar Zani, usai menggelar aksi tersebut.