Puluhan ASN Tabalong Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan III
WARTABANJAR.COM, TABALONG - Puluhan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Tabalong mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan III yang digelar di Aula BKPSDM Tabalong, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Senin (18/5/2026) pagi.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong, Hj Hamida Munawarah, dan dihadiri sejumlah kepala SKPD, camat, serta pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Hamida menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kompetensi ASN, khususnya bagi pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong.
Baca Juga Bedakan Liar 3 Pintu di Atas Sungai Dibongkar Sat Pol PP Banjarmasin
“Ini penting khususnya dalam membentuk pemimpin-pemimpin di level pengawas yang profesional, adaptif dan memiliki integritas tinggi,” ujar Hamida saat membacakan sambutan tertulis Wakil Bupati Tabalong.
Menurutnya, pejabat pengawas memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan di lapangan. Karena itu, diperlukan kemampuan kepemimpinan yang efektif dan inovatif.
“Untuk itu, dibutuhkan kemampuan kepemimpinan yang efektif, inovatif serta mampu mendorong perubahan dan peningkatan kinerja unit kerja secara berkelanjutan,” katanya.
Hamida juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan penuh semangat, komitmen dan disiplin agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.
“Sehingga hasil dari pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi diri sendiri, instansi tempat bekerja, maupun masyarakat luas,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Tabalong, Maman Suherman mengatakan, Pelatihan PKP Angkatan III diikuti sebanyak 39 ASN dari berbagai instansi di Kabupaten Tabalong.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan mengembangkan kompetensi ASN guna memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan pengawas.
“Ini untuk memenuhi standar kompetensi manajerial pengawas yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi di instansi masing-masing,” jelasnya.
Maman menambahkan, metode pembelajaran yang digunakan dalam pelatihan ini menerapkan sistem blended learning, yakni kombinasi pembelajaran nonklasikal dan klasikal.
“Juga ada pembelajaran klasikal dengan agenda pembelajaran kepemimpinan Pancasila dan bela negara, kepemimpinan pelayanan, pengendalian pekerjaan serta aktualisasi kepemimpinan pelayanan,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/suhardi/*)