Hal serupa juga disampaikan pihak SPBU Gambah. Pengisian BBM untuk alat tertentu umumnya menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan dibatasi maksimal sekitar 10 liter dengan syarat alat dibawa langsung ke lokasi SPBU.

Saat monitoring di SPBU Sungai Rangas, petugas juga menemukan kendaraan yang diduga memiliki nomor polisi ganda saat melakukan pengisian BBM subsidi.

Selain itu, tim monitoring juga sempat mendapati pelayanan Pertalite di SPBU Gambah belum dibuka pada pagi hari.

Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, kondisi tersebut disebabkan keterbatasan petugas operator di SPBU. Setelah dilakukan koordinasi antara Dinas Perdagangan, pihak kepolisian, dan pengawas SPBU, pelayanan Pertalite akhirnya kembali dibuka pada hari yang sama.

“Kami sarankan agar petugas dialihkan dulu untuk melayani nozzle Pertalite karena masyarakat memang lebih banyak menggunakan Pertalite dibanding Pertamax,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Restu