Sebagian keluarga tampak masih menggenggam tangan orang tua maupun kerabat sebelum berpisah.

Beberapa lainnya berdiri di pinggir jalan sambil memandangi iring-iringan bus yang perlahan meninggalkan halaman masjid menuju embarkasi.

Bagi Rawansyah dan Raudah, perjalanan tahun ini bukan sekadar keberangkatan menuju Tanah Suci.

Di balik lambaian tangan dan senyum mereka sore itu, tersimpan belasan tahun penantian panjang dari hasil bertani demi bisa berangkat haji bersama. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Restu