WARTABANJAR.COM, BARABAI – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Tengah bersama mahasiswa KKN UIN Antasari Banjarmasin menanam 1.300 bibit pohon di bantaran sungai Desa Kindingan, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Aksi ini sebagai upaya menjaga kawasan Pegunungan Meratus dari ancaman kerusakan lingkungan.

Kegiatan bertajuk “Sinergi Alam: 1.300 Pohon untuk HST Tetap Hijau dan Asri” tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 sekaligus menjadi langkah restorasi lingkungan di kawasan penyangga Pegunungan Meratus.

Baca Juga Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Hujan Merata di Seluruh Kabupaten Kota

Kepala DLH HST melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL), Muhammad Erwandi, mengatakan penanaman pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama menjaga lingkungan.

“Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi investasi lingkungan jangka panjang. Kawasan Meratus harus dijaga karena menjadi penyangga kehidupan masyarakat, terutama sumber air dan benteng alami dari bencana,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Ribuan bibit yang ditanam terdiri dari tanaman hutan, tanaman endemik, hingga tanaman produktif seperti mahoni, petai, durian, kasturi, rambai, nangka, lengkeng, kelapa hibrida, dan kopi.

Menurut Erwandi, pemilihan bibit dilakukan dengan konsep ekologis dan ekonomis agar selain memperkuat kawasan hijau juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Desa Kindingan dipilih sebagai lokasi penanaman karena berada di kawasan strategis Pegunungan Meratus yang rawan mengalami degradasi lahan, erosi, hingga ancaman longsor apabila tidak dijaga secara berkelanjutan.

“Penanaman ini diharapkan mampu meningkatkan serapan karbon, memperkuat daerah resapan air, sekaligus mencegah banjir dan longsor di wilayah hulu,” katanya.

Kegiatan penghijauan tersebut turut melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam proses penanaman hingga perawatan pohon pasca-tanam agar program berjalan berkelanjutan.

Sementara itu, mahasiswa KKN UIN Antasari Banjarmasin tidak hanya menjadi relawan penanaman, tetapi juga ikut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.