Jaga Konsistensi Kehidupan Desa, Pemkab Tanah Laut Luncurkan "Gerakan Desa Menanam-Tanah Laut Lestari"
Senada dengan hal tersebut, Kepala DPMD Tanah Laut, Muhammad Syahid, memandang gerakan ini sebagai instrumen untuk mengubah pola pikir masyarakat desa agar lebih peduli terhadap ekosistem lokal mereka.
“Desa jangan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan hidupnya sendiri. Ini bukan sekadar agenda tanam pohon, tetapi pembangunan budaya ekologis masyarakat desa,” katanya.
Sebagai inisiator, Nayaka Foundation melalui Head of Project Operation, Yamadipati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pelaporan desa dan evaluasi survival rate (tingkat kelangsungan hidup) tanaman agar program ini tidak menjadi beban seremonial tahunan belaka.
“Kerusakan lingkungan tumbuh jauh lebih cepat dibanding kesadaran manusianya. Karena itu gerakan ini dibangun dengan sistem monitoring, pelaporan desa, dan evaluasi survival rate tanaman. Yang ingin dibangun bukan sekadar kegiatan tanam pohon, tetapi budaya merawat kehidupan,” ungkap Yamadipati.
Kerusakan lingkungan, paparnya, tumbuh jauh lebih cepat dibanding kesadaran manusianya.
Karena itu gerakan ini dibangun dengan sistem monitoring, pelaporan desa, dan evaluasi survival rate tanaman.
"Yang ingin dibangun bukan sekadar kegiatan tanam pohon, tetapi budaya merawat kehidupan,” ungkapnya lagi.
Momentum peluncuran ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pemangku kepentingan dan aksi penanaman pohon simbolis di RTH Kijang Kencana, menandai dimulainya babak baru perjuangan ekologis berbasis desa di Kabupaten Tanah Laut. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu