Pembaruan data yang terlambat maupun ketidaksesuaian informasi dalam sistem dapat berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap program bantuan sosial.
Dalam konteks digitalisasi pemerintahan, aplikasi SIKS-NG disebut sebagai instrumen penting dalam pengelolaan data sosial, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kapasitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami penggunaan aplikasi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data secara menyeluruh, termasuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan menjaga konsistensi pembaruan data.
Pemerintah Kabupaten HST juga menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap kebijakan sosial berbasis data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pengelolaan data sosial bukan hanya pekerjaan administratif, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan. Setiap data merepresentasikan kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Dengan peningkatan kapasitas SDM melalui Bimtek ini, diharapkan kualitas pelayanan sosial di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dapat semakin optimal dan tepat sasaran. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu







