WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – PAM Bandarmasih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi intrusi air asin yang dapat terjadi selama musim kemarau.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meninjau langsung kondisi Intek Sungai Bilu yang menjadi sumber air baku perusahaan di aliran Sungai Martapura.

Peninjauan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, bersama Direktur Operasional, Irwan Firmana, karena melihat kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir minim curah hujan.

Zulbadi menjelaskan, musim kemarau yang berlangsung dalam waktu lama berpotensi menurunkan debit air sungai dari wilayah hulu. Kondisi tersebut dapat memicu masuknya air asin ke aliran sungai yang menjadi sumber air baku perusahaan.

“Karena beberapa hari terakhir tidak terjadi hujan, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sumber air baku tetap aman dan mengantisipasi kemungkinan perubahan kualitas air,” ujar Zulbadi, Jumat (5/6).

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, kondisi air baku di Intek Sungai Bilu masih dinyatakan aman, belum ditemukan indikasi intrupsi air asin yang dapat memengaruhi proses pengolahan maupun distribusi air kepada pelanggan.

“Sejauh ini kualitas air masih normal dan tidak ada kendala terhadap operasional intake. Sumber air baku yang digunakan untuk pengolahan juga masih dalam kondisi baik,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasional PAM Bandarmasih, Irwan Firmana, mengatakan pengawasan terhadap kualitas air terus dilakukan secara berkala.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan air baku yang masuk ke instalasi pengolahan tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

BACA JUGA: Kadar Garam Intake Sungai Bilu Menurun, PAM Bandarmasih Terus Lakukan Pemantauan

BACA JUGA: Isu Pencemaran Sungai Barito Mencuat, PAM Bandarmasih Pastikan Air Bersih Tetap Aman

Menurutnya, apabila kondisi kemarau berlanjut dan hujan belum turun dalam beberapa pekan ke depan, frekuensi pemeriksaan akan ditingkatkan guna mendeteksi lebih dini kemungkinan perubahan kualitas air.

“Kami akan memperketat pemantauan jika musim kering berlangsung lebih lama. Pengukuran kualitas air akan dilakukan lebih intensif agar setiap perubahan dapat segera diantisipasi,” jelasnya.