“Di tengah laut ini, kita duduk bersama, makan bersama, tanpa sekat, menegaskan nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan yang menjadi kekuatan masyarakat Tanah Bumbu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya dan kearifan lokal.

Momentum Mappanre Ri Tasi’e juga menjadi ajakan untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian laut.

Pemerintah daerah berkomitmen mendukung nelayan melalui pembangunan infrastruktur pesisir, akses permodalan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Rusma Khazairin, mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan melestarikan laut dengan menjaga kebersihan pesisir, menghindari penangkapan ikan yang merusak, serta mendukung program pelestarian ekosistem laut. (Wartabanjar.com/*)

Editor: andi akbar