​"MOW dan MOP merupakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang yang memiliki tujuan untuk mengendalikan angka TFR atau kelahiran. Angka TFR Tanah Laut dalam kondisi bagus sesuai dengan target nasional yaitu di angka 2,21.

Namun, akseptor yang memilih MKJP masih belum optimal," lapor Maria Ulfah.
​Maria juga menambahkan bahwa suksesnya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak.

"Kegiatan hari ini merupakan bentuk dukungan dari TP Posyandu kepada Pemkab Tanah Laut melalui DP3AP2KB dalam peningkatan MKJP melalui MOW dan MOP di Kabupaten. Pelaksanaan ini merupakan kerja sama DP3AP2KB dengan Dinas Kesehatan melalui RSUD Hadji Boejasin," tambahnya.

​Berdasarkan data laporan, total akseptor yang terlayani sebanyak 22 orang, terdiri dari 20 orang MOW dan 2 orang MOP.

Secara rinci, akseptor MOW berasal dari Kecamatan Pelaihari (6 orang), Batu Ampar (4 orang), Jorong (1 orang), Bati-Bati (5 orang), Bajuin (3 orang), dan Tambang Ulang (1 orang). Sementara untuk akseptor MOP berasal dari Kecamatan Pelaihari (1 orang) dan Takisung (1 orang).

​Sebagai bentuk dukungan nyata bagi keluarga akseptor, seluruh peserta mendapatkan uang ganti hidup sebesar Rp450.000 serta paket sembako senilai Rp1.000.000 sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyukseskan program pengendalian penduduk di Kabupaten Tanah Laut. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: andi akbar