WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Tidak banyak yang sudah memiliki nomor porsi haji sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Namun bagi Putri Amalia, warga Banjarmasin, perjalanan menuju Tanah Suci justru dimulai sejak usia 10 tahun.

Kini, di usia 24 tahun, ia menjadi salah satu jemaah haji termuda yang berangkat dari Embarkasi Banjarmasin pada kloter pertama.

Putri mengaku, dia didaftarkan haji oleh orang tuanya sejak tahun 2011, saat masih duduk di kelas 5 sekolah dasar.

“Iya, daftar hajinya dari 2011, waktu umur sekitar 10 tahun,” ujarnya saat diwawancara, Kamis (23/4/2026).

Setelah penantian panjang, ia akhirnya mendapat kesempatan berangkat di usia muda.

Perasaan bahagia pun tak terhindarkan, meski diiringi sedikit rasa gugup.

“Senang, tetapi juga agak gugup, karena bisa dibilang hampir jadi yang termuda,” katanya.

Perjalanan ibadah ini sejatinya direncanakan bersama kedua orang tuanya, namun takdir berkata lain.

Ayahnya yang sebelumnya direncanakan ikut, telah lebih dulu berpulang.

”Gantinya, ulun berangkatnya sama ibu dan juga kakak,” ungkapnya.

Meski begitu, semangat untuk berangkat tetap terjaga.

Putri menyebut, sejak kecil ia memang sudah dikenalkan dengan niat untuk bisa menunaikan ibadah haji bersama keluarga.

Kini, menjelang keberangkatan, ia juga mempersiapkan berbagai hal, termasuk kondisi fisik.

Sebagai jemaah perempuan, ia mengaku membawa obat-obatan tertentu untuk menunjang kelancaran ibadah.

“Paling persiapan obat saja, supaya ibadah di sana bisa lancar,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu