2. Menggunakan pelindung kepala dan tubuh
Paparan sinar matahari langsung di Makkah dan Madinah sangat intens.
Saat tidak dalam kondisi ihram, atau bagi jemaah perempuan, penggunaan payung berwarna cerah sangat disarankan untuk memantulkan panas.
Kacamata hitam juga membantu melindungi mata dari silau dan debu.
Bagi jemaah pria yang tidak sedang ihram, topi atau sorban dapat digunakan sebagai pelindung tambahan.
Selain itu, masker yang dibasahi air bisa membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan di tengah udara panas dan berdebu.
3. Rutin menggunakan tabir surya dan pelembap
Paparan sinar UV yang tinggi dapat menyebabkan kulit terbakar atau kering.
Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 pada area kulit yang terbuka seperti wajah dan tangan.
Pelembap kulit dan lip balm juga penting untuk mencegah bibir pecah-pecah dan kulit kering akibat udara yang sangat kering.
Pastikan produk yang digunakan tidak mengandung parfum jika sedang dalam kondisi ihram, sesuai ketentuan syariat.
4. Mengatur waktu aktivitas di luar ruangan
Menghindari aktivitas di jam puncak panas merupakan strategi yang sangat efektif.
Usahakan tidak beraktivitas di luar ruangan antara pukul 11.00 hingga 16.00, saat suhu berada pada titik tertinggi.
Untuk ibadah sunah, seperti tawaf atau umrah tambahan, pilih waktu malam atau dini hari ketika suhu lebih sejuk.
Pengaturan waktu ini membantu menjaga stamina, terutama untuk rangkaian utama haji, seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina.
5. Membawa semprotan air (water spray)
Botol semprotan air kecil bisa menjadi solusi praktis untuk menghadapi panas.







