Untuk ibadah sunah, seperti tawaf atau umrah tambahan, pilih waktu malam atau dini hari ketika suhu lebih sejuk.
Pengaturan waktu ini membantu menjaga stamina, terutama untuk rangkaian utama haji, seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina.
5. Membawa semprotan air (water spray)
Botol semprotan air kecil bisa menjadi solusi praktis untuk menghadapi panas.
Isi dengan air zam-zam dingin, lalu semprotkan ke wajah atau leher secara berkala untuk memberikan efek segar.
Cara ini efektif membantu menurunkan suhu tubuh, terutama saat berada di keramaian atau antrean panjang.
6. Mengonsumsi makanan bergizi dan buah-buahan
Nutrisi yang baik sangat penting untuk menjaga stamina selama ibadah haji.
Perbanyak konsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air, seperti semangka, jeruk, dan melon.
Buah-buahan ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus memberikan vitamin.
Hindari makanan yang terlalu pedas atau berminyak karena dapat mengganggu pencernaan dan meningkatkan suhu tubuh.
Pola makan teratur akan membantu menjaga energi selama menjalankan ibadah yang cukup menguras fisik.
7. Menggunakan pakaian yang nyaman dan longgar
Pakaian yang tepat sangat berpengaruh terhadap kenyamanan di cuaca panas.
Gunakan bahan katun atau kain yang mudah menyerap keringat.
Pilih pakaian longgar agar sirkulasi udara tetap baik.
Warna terang seperti putih sangat direkomendasikan karena dapat memantulkan panas, berbeda dengan warna gelap yang cenderung menyerap panas.
8. Menjaga pola istirahat yang cukup
Istirahat menjadi faktor penting yang sering diabaikan.
Di tengah semangat beribadah, banyak jemaah mengurangi waktu tidur.
Padahal, tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan setelah terpapar panas.
Manfaatkan waktu di antara salat untuk beristirahat di tempat yang sejuk atau ber-AC.
Dengan kondisi tubuh yang fit, jemaah akan lebih siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah tanpa mudah lelah.
Melaksanakan ibadah haji, khususnya dalam haji 2026, membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang seimbang.
Dengan memahami risiko, seperti dehidrasi dan heatstroke serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







