Sebagai bentuk dukungan awal, pihak perusahaan memberikan bantuan sebanyak delapan jeriken sabun Natural Foam berkapasitas sekitar 20 liter per jeriken.
Perbandingan campurannya satu banding seratus (1:100) dengan air.
Meski efektif, produk tersebut saat ini langsung dari Jepang sehingga harganya relatif tinggi.
Satu jeriken berkapasitas 20 liter perkiraannya bernilai sekitar Rp4 juta.
Nantinya, pemadaman karhutla di Kalsel akan memakai sabun tersebut menggunakan drone atau pesawat nirawak berkapasitas, khususnya pada wilayah yang sulit terjangkau melalui jalur darat.
Pesawat nirawaknya merupakan jenis drone pertanian dengan kapasitas angkut cairan hingga 100 liter.
Kapasitas tersebut cukup besar untuk mendukung operasi pemadaman skala awal, terutama dalam tahap penanganan dini sebelum api meluas.
Saat ini, persiapan masih fokus pada proses pengadaan unit drone serta penyesuaian dengan kondisi lapangan.
“Insyaallah uji coba penggunaan teknologi ini berlangsung pada pertengahan Mei 2026,” tutup Ronny. (wartabanjar.com/yayu/berbagai sumber)
Editor: Yayu







