Berdasarkan data kesehatan jemaah haji Kalimantan Selatan tahun 2026, sebanyak 59 persen jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti), yang terdiri dari risti ringan 31 persen, risti sedang 19 persen, dan risti berat 9 persen.
Selain itu, 77 persen jemaah tergolong istithaah dengan pendampingan obat, sehingga membutuhkan pola makan teratur guna menunjang efektivitas pengobatan.
Dari sisi penyakit, jemaah didominasi oleh gangguan metabolisme lipoprotein atau lipidemia sebanyak 3.009 kasus dan hipertensi 2.403 kasus, disusul diabetes.
Sementara dari aspek demografi, jemaah didominasi perempuan sebesar 57 persen dan laki-laki 43 persen, dengan kelompok usia terbanyak 51–60 tahun sebesar 30 persen serta lansia di atas 60 tahun sebanyak 27 persen.
“Tekstur makanan yang empuk dan mudah dikunyah diharapkan dapat membantu jemaah, khususnya lansia, untuk tetap menjaga asupan gizi sehingga kondisi fisik tetap prima selama menjalankan ibadah haji,” pungkasnya, dikutip dari laman MC Kalsel. (wartabanjar.com/mckalsel)
Editor: Yayu













