Selain itu, kinerja ketepatan waktu penerbangan (on-time performance/OTP) juga dipastikan tetap terjaga.
“OTP kita tetap aman, mudah-mudahan seluruh penerbangan haji berjalan lancar,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kendala teknis, maskapai juga menyiapkan pesawat cadangan.
“Tersedia dua pesawat cadangan yang diposisikan di Jakarta dan Solo,” katanya.
Pesawat cadangan tersebut akan digunakan apabila terjadi kondisi darurat atau gangguan operasional.
“Jika ada irregularities, akan disesuaikan dengan jadwal embarkasi,” tambahnya.
Selain itu, aspek layanan konsumsi jemaah juga menjadi perhatian selama penerbangan.
“Makanan disiapkan sesuai standar internasional dengan menjaga higienitas dan kualitas,” sebutnya.
Ia memastikan makanan yang disajikan tetap dalam kondisi segar selama penerbangan, baik saat keberangkatan maupun kepulangan.
“Semua makanan telah tersertifikasi dan dijaga agar tetap fresh,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







