WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan Pelaihari akibat kurangnya perhitungan saat berkendara.

Peristiwa naas yang melibatkan satu unit mobil bak terbuka itu terjadi di Jalan A Yani Desa Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

Kecelakaan bermula saat sebuah mobil jenis pikap Suzuki Carry hitam dengan nomor polisi DA 8291 LN yang dikemudikan pria berinisial GF melaju dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari.

Baca Juga Terisak Usai Diperiksa MKD DPR, Legislator Kalsel Habib Aboe Bakar Minta Maaf ke Ulama Madura

Situasi berubah mencekam ketika GF mencoba mendahului sebuah truk di depannya.

​Naas, manuver tersebut berujung fatal. Ban mobil pikap mengalami selip ke sisi kiri hingga sempat menyenggol bagian badan truk.

Benturan itu membuat GF kehilangan kendali atas kendaraannya.

Mobil yang oleng tak beraturan tersebut pertama-tama menghantam teras sebuah warung di sisi kanan jalan, sebelum akhirnya terpental kembali ke kiri dan merangsek masuk ke area parkir minimarket Alfamart.

Dampak Kerusakan dan Korban Luka

Laju kendaraan yang tidak terkendali mengakibatkan kerusakan materiil yang cukup parah di area parkir tersebut.

Tercatat sedikitnya empat unit sepeda motor yang sedang parkir ringsek dihantam mobil pikap.

​Tak hanya kerugian benda, seorang warga berinisial AR yang tengah bersantai di teras Alfamart turut menjadi korban.

AR mengalami luka serius di bagian kepala akibat hantaman kendaraan tersebut. Korban segera dilarikan ke RS BCM Pelaihari guna mendapatkan penanganan medis darurat.

Pihak Sat Lantas Polres Tanah Laut kini tengah mendalami kasus tersebut dan berupaya melacak identitas truk yang terlibat dalam persinggungan awal.

Kasat Lantas Polres Tanah Laut, Iptu Aditya Dikav, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menyebutkan bahwa faktor utama kecelakaan diduga kuat karena kelalaian pengemudi saat bermanuver.

Merespons kejadian ini, Iptu Aditya memberikan peringatan keras kepada para pengendara.