Justin Hubner Minta Maaf Usai Cedera Holtby di Eredivisie
WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menyampaikan permintaan maaf setelah insiden keras di laga Eredivisie antara Fortuna Sittard melawan NAC Breda yang menyebabkan Lewis Holtby mengalami cedera serius. Pertandingan berakhir imbang 1-1, namun momen di menit ke-38 menjadi sorotan utama.
Pertandingan Fortuna Sittard kontra NAC Breda pada Minggu (12/4/2026) di Stadion Offermans Joosten berlangsung sengit. Justin Hubner, yang tampil penuh sebagai bek Fortuna Sittard, terlibat dalam duel perebutan bola dengan Lewis Holtby pada menit ke-38. Sayangnya, tekel keras Hubner membuat Holtby mengalami luka robek di kaki kirinya.
Kondisi Holtby
Lewis Holtby, mantan pemain Tottenham Hotspur, harus ditarik keluar lapangan dan digantikan Mohamed Nassoh. Foto yang diunggah Holtby di Instagram menunjukkan kakinya diperban dengan beberapa jahitan. Meski cedera terlihat cukup parah, Holtby menuliskan optimisme bahwa dirinya akan segera kembali merumput.
Permintaan Maaf Hubner
Merasa bertanggung jawab atas insiden tersebut, Justin Hubner langsung mengirimkan pesan pribadi kepada Holtby. Dalam pesannya, pemain berusia 22 tahun itu menegaskan bahwa ia tidak pernah berniat mencederai lawannya. “Kawanku, kuharap kakimu baik-baik saja. Aku tak pernah bermaksud menerjangmu seperti itu. Semoga kamu segera kembali,” tulis Hubner.
Holtby menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada. Ia menilai bahwa insiden semacam ini adalah bagian dari risiko dalam pertandingan sepakbola. Holtby juga mengapresiasi sikap sportif Hubner yang langsung menunjukkan kepedulian setelah kejadian.
Dampak bagi Fortuna Sittard
Meski laga berakhir imbang 1-1, insiden ini menjadi sorotan media Belanda. Hubner, yang kini menjadi salah satu andalan Timnas Indonesia di kompetisi Eropa, diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam duel. Fortuna Sittard sendiri masih berjuang di papan tengah Eredivisie dan membutuhkan kontribusi penuh dari para pemainnya.
Kasus ini menegaskan pentingnya sportivitas dalam sepakbola. Permintaan maaf Hubner menunjukkan sikap profesional yang patut diapresiasi. Meski insiden cedera tidak bisa dihindari, komunikasi dan empati antar pemain menjadi kunci menjaga hubungan baik di lapangan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)