Jembatan Pulau Laut Hingga KEK Mekar Putih Jadi Proyek Strategis Kalsel
WARTABANJAR.COM - Berbagai proyek infrastruktur strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dipaparkan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin.
Salah satu proyek unggulan yang disampaikan Gubernur Muhidin adalah pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Proyek ini memiliki nilai investasi besar dan dirancang sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya dalam mendukung pengembangan kawasan industri dan pelabuhan.
Baca Juga Api Berkobar Hebat di Gang Inayah Kuin Cerucuk Banjarmasin Bikin Warga Panik
“Kita sudah memantapkan pembangunan Jembatan Pulau Laut sejak 2025, dan targetnya bisa selesai pada 2028. Ini menjadi salah satu proyek strategis yang akan membuka akses dan peluang ekonomi baru,” ungkap Gubernur dalam sambutannya pada kegiatan Musrenbang 2026 di Banjarbaru, dikutip Kamis (9/4/2026).
Selain itu, Pemerintah Provinsi juga merencanakan pembangunan Jalan Lintas Tengah melalui jalur Mali-Mali yang menghubungkan Martapura dengan Kabupaten Tapin. Jalan ini dirancang untuk mengurai kemacetan di jalur utama Jalan A. Yani yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi darat di wilayah tersebut.
“Jalan tengah ini sangat penting untuk memecah arus lalu lintas. Tahun ini kita fokus pada pembebasan lahan, dan konstruksi direncanakan mulai 2027,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pembangunan stadion bertaraf internasional di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, juga menjadi prioritas. Stadion ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan event berskala nasional maupun internasional.
“Tahun ini kita lakukan pembebasan lahan, kemudian pembangunan dimulai secara bertahap. Ini proyek multiyears yang akan selesai sekitar 2028,” tambahnya.
Gubernur juga menyinggung rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta Pelabuhan Internasional Mekar Putih yang diproyeksikan menjadi salah satu pelabuhan terdalam di Indonesia. Proyek ini diharapkan mampu menarik investasi besar dan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik regional.