WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Di RT 03 RW 04, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi program, tetapi sudah menjadi kebiasaan warga sehari-hari.
Sejak 2012, warga di lingkungan tersebut mulai membangun kepedulian terhadap lingkungan dengan cara sederhana, yakni memilah sampah langsung dari rumah.
Ketua RT setempat, Sudaryono, mengaku perjalanan itu tidak selalu mulus. “Namanya grafik itu kadang naik, kadang turun. Tapi lima tahun ke belakang ini kita sudah standar,” ujarnya saat ditemui wartabanjar.com, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga Kejaksaan RI Geledah PT BPP Tabalong, Seluruh Alat Disegel
Kunci dari perubahan itu, menurutnya, terletak pada pendekatan langsung ke warga. Ia bersama pengurus RT mendatangi rumah satu per satu untuk memberikan pemahaman tentang cara memilah sampah.
“Kita datangi rumah satu tiap pintu ke pintu. Kita kasih arahan cara memilah sampah itu begini, begini, begini,” ungkapnya.
Perlahan, kebiasaan itu terbentuk. Warga mulai terbiasa memisahkan sampah organik dan non-organik sejak dari rumah. Salah satunya, berada di Komplek Rina Karya.
Sampah organik kemudian diolah menjadi pupuk, sementara sampah non-organik dikumpulkan melalui bank sampah yang dikelola warga.
“Alhamdulillah, warga kami itu mengikuti arahan. Di sini itu sudah tidak ada masalah dengan sampah,” ujarnya.













