WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, sukses melangkah ke babak 16 besar Kejuaraan Asia 2026 di Ningbo, China, setelah meraih kemenangan dramatis pada babak 32 besar. Kedua pasangan menjadi harapan Indonesia di sektor ganda campuran, sementara beberapa wakil lainnya harus terhenti lebih awal.

Hasil Pertandingan

  • Jafar/Felisha mengalahkan pasangan Hong Kong, Chan Yin Chak/Ng Tsz Yau, dengan skor 21-9, 15-21, 21-15.
  • Amri/Nita menundukkan wakil Jepang, Akira Koga/Natsu Saito, lewat laga ketat dengan skor 19-21, 21-16, 22-20.
  • Kemenangan ini memastikan keduanya melaju ke babak 16 besar dan menjaga asa Indonesia di sektor ganda campuran.

Lawan Berikutnya

  • Jafar/Felisha akan menghadapi pemenang laga antara pasangan Malaysia Hoo Pang Ron/Cheng Yu Sin dan wakil Korea Selatan Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong.
  • Amri/Nita ditunggu ujian berat melawan pemenang duel unggulan pertama asal China, Feng Yang Zhe/Huang Dong Ping, melawan pasangan Thailand Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai.

Wakil Indonesia Lain

  • Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti harus tersingkir setelah kalah dari unggulan ketiga asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, dengan skor 9-21, 14-21.
  • Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga terhenti setelah kalah dari juara All England 2026, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, dengan skor 16-21, 18-21.

Konteks Turnamen

  • Kejuaraan Asia 2026 (Badminton Asia Championships/BAC) berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, China, pada 7–12 April 2026.
  • Indonesia menurunkan 17 wakil di berbagai sektor, dengan harapan besar mempertahankan tradisi medali di ajang bergengsi ini.

Kemenangan Jafar/Felisha dan Amri/Nita menjadi sinyal positif bagi sektor ganda campuran Indonesia yang sebelumnya kerap kesulitan menembus fase akhir. Namun, tantangan di babak 16 besar akan semakin berat karena mereka berpotensi menghadapi unggulan utama dari China dan lawan tangguh dari Malaysia maupun Korea Selatan. Konsistensi dan mental bertanding akan menjadi kunci untuk menjaga peluang medali. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)