WARTABANJAR.COM – Banyak orang menderita maag atau GERD dan menjadikan obat sebagai penangkalnya, padahal ada cara mencegahnya melalui pola hidup sehat tanpa obat.
Menjadi kebiasaan banyak orang terutama di perkotaan, tiap pagi di hari kerja akan terburu-buru mengejar waktu sehingga sarapan sebentar lalu minum kopi atau teh.
Kebiasaan itu terus berulang meskipun terkadang saat siang muncul rasa perih di perut yang menjalar ke dada, dengan sensasi rasa panas.
Biasanya, orang menyebut kondisi itu sebagai maag atau asam lambung naik, sementara dalam dalam istilah medis disebut GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Ada anggapan naiknya asam lambung dikarenakan terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas atau asam.
Itu salah kaprah karena maag, naiknya asam lambung atau GERD muncul karena pola hidup yang terlalu cepat, seperti makan sambil bekerja, tidur larut malam, dan pikiran yang tak pernah benar-benar istirahat.
Lambung, seperti organ lain, bekerja dalam irama sehingga ketika dipaksa mengikuti tempo yang tidak alami, akan kehilangan keseimbangan.
Katup yang seharusnya menahan asam, melemah.
Tubuh sebenarnya memberi tanda jauh sebelum gejala memburuk, seperti:
- Perut terasa penuh lebih cepat
- Sering bersendawa
- Rasa panas ringan di dada
Ketika tanda-tanda itu kerap diabaikan, tubuh akan “memaksa” kita berhenti.
Karena itu, seharusnya makan tidak lagi sekadar mengisi perut, tetapi menjalankan hal-hal berikut:
- Mengunyah lebih lama
- Mengurangi porsi, tapi menambah frekuensi
- Menghindari makan larut malam







