WARTABANJAR.COM, BARABAI– Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Polda Kalimantan Selatan, melaksanakan Pemeriksaan Administrasi (Rikmin) awal dalam rangka Penerimaan Terpadu Taruna, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bhayangkara Polres HST tersebut dimulai sejak pukul 08.30 Wita, diikuti puluhan calon siswa (casis) yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi menjadi anggota Polri.

Pelaksanaan Rikmin awal ini melibatkan sejumlah personel lintas fungsi, mulai dari Bagian SDM Polres HST, Sipropam, Siwas, hingga Sidokkes.

Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dari instansi eksternal seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah guna memastikan keabsahan dokumen para peserta.

Sebanyak 79 peserta tercatat mengikuti tahapan seleksi ini, yang terdiri dari 75 casis Bintara PTU berkemampuan SPKT (65 pria dan 10 wanita), 2 casis Bintara PTU berkemampuan Intelijen (2 pria), 1 casis Bintara Bakomsus Humas (1 pria), serta 1 casis Tamtama Brimob (1 pria).

Dalam proses Rikmin awal tersebut, para peserta menjalani serangkaian pemeriksaan yang cukup ketat, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan oleh tim kesehatan (Sidokkes), pemeriksaan administrasi kependudukan oleh Disdukcapil, hingga verifikasi berkas pendidikan oleh Dinas Pendidikan.

Selain itu, panitia juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelengkapan dokumen sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan administrasi secara lengkap dan sesuai ketentuan.

Tahapan Rikmin ini menjadi pintu awal dalam proses panjang seleksi penerimaan anggota Polri, yang bertujuan menjaring calon-calon terbaik yang siap mengikuti tahapan selanjutnya.

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Jupri JHP Tampubolon, menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan dengan prinsip yang menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.

“Proses seleksi penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH). Kami berkomitmen memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta tanpa adanya praktik kecurangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Rikmin awal ini merupakan bagian penting dalam menyaring calon anggota Polri yang benar-benar memenuhi kriteria, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan mengikuti tahapan seleksi berikutnya.