WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Asisten Manager Departemen Pemasaran Gembira Loka, Yosi Hermawan, memaparkan lonjakan kunjungan wisata selama libur Lebaran tahun ini. Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi libur panjang yang mendorong mobilitas masyarakat menuju destinasi wisata populer di daerah. Yosi Hermawan menambahkan bahwa dominasi wisatawan luar kota turut meningkatkan kepadatan kunjungan sepanjang periode libur Lebaran tahun ini. “Jumlah pengunjung sangat tinggi, bahkan mencapai sekitar sebelas ribu orang dalam satu hari saat puncak kunjungan,” tutur Yosi Hermawan.

Yosi menegaskan bahwa pengelola telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menjaga kenyamanan dan keselamatan seluruh pengunjung selama periode libur panjang. Ia berpandangan lonjakan wisatawan memerlukan manajemen kunjungan yang terukur agar tidak menimbulkan kepadatan berlebihan di dalam kawasan wisata tersebut. “Kami mengatur kunjungan dan mengimbau masyarakat menghindari jam puncak agar pengalaman wisata tetap nyaman dan aman,” paparnya.

Yosi Hermawan menilai bahwa pengaturan kapasitas pengunjung dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan arus kedatangan wisatawan setiap harinya. Ia meyakini pengelola kawasan wisata juga wajib bertanggung jawab memastikan kelancaran operasional karena tingginya minat masyarakat selama libur Lebaran berlangsung. “Kami dapat membuka dan menutup loket sesuai kondisi sehingga antrean tetap terkendali dan pengunjung tidak menunggu terlalu lama,” ujar Yosi Hermawan.

Dia juga menguraikan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dengan memastikan seluruh fasilitas publik dalam kondisi aman dan layak digunakan oleh pengunjung. Ia menilai kondisi tersebut berdampak positif terhadap kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga kesejahteraan satwa yang berada di dalam kawasan wisata tersebut.

Yosi Hermawan turut menggarisbawahi pentingnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan dan ketertiban selama berwisata agar lingkungan tetap terjaga dengan baik. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar