WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Tabalong menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Farmakovigilans bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan pada Rabu (25/3/2026) di RSUD H. Badaruddin Kasim, Tanjung.

Acara diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai sarana pelayanan kesehatan di wilayah kerja Balai POM Tabalong.

Kepala Balai POM Tabalong, Taufiqurrahman, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta keterlibatan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan farmakovigilans.

“Terutama dalam pelaporan efek samping obat yang terjadi pada pasien selama penggunaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas laporan kejadian tidak diharapkan dan efek samping obat (KTD/ESO) di Indonesia.

Hal tersebut dinilai penting guna mendukung tercapainya profil keamanan obat yang beredar, khususnya yang mencakup populasi di Indonesia.

Selain itu, peningkatan pelaporan juga diharapkan dapat menunjang keamanan penggunaan obat serta keselamatan pasien dan kesehatan masyarakat secara luas.

"Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemantauan dan pelaporan efek samping obat sebagai bagian dari pengawasan obat pasca edar yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan," jelas Taufiq.

Peserta juga diberikan tutorial terkait tata cara pelaporan kejadian tidak diharapkan dan efek samping obat melalui aplikasi E-MESO.

BACA JUGA: Live Streaming Barito Putera vs Persiku Kudus Kick Off Minggu, Misi Rebut 3 Poin di Liga 2 2025-2026

Tenaga kesehatan didorong untuk aktif melakukan identifikasi, pencatatan, serta pelaporan efek samping obat sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

"Dengan demikian, informasi yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam evaluasi keamanan obat yang beredar," tandas Taufiq.

Balai POM di Tabalong menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkualitas. (wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu