DPRD HST Soroti Distribusi MBG, Kualitas Menu Hingga Bahan Lokal
Menurutnya, program berskala besar seperti MBG seharusnya mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat daerah.
“Kalau bahan pokoknya masih banyak didatangkan dari luar daerah, maka manfaat ekonominya bagi masyarakat lokal juga belum terasa,” katanya.
Dalam rapat tersebut, anggota Komisi I DPRD HST, Hj. Habibah, juga kembali menyoroti dugaan ketimpangan distribusi menu MBG di sejumlah sekolah.
Ia mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari orang tua siswa bahwa terdapat sekolah yang belum menerima menu MBG dalam bentuk paket sebelum libur panjang semester lalu.
Habibah bahkan menyebut adanya satu SPPG yang telah menjalin kerja sama dengan 11 sekolah, namun dalam pelaksanaannya hanya enam sekolah yang menerima distribusi makanan.
“Ada satu SPPG yang MoU dengan 11 sekolah, tetapi yang menerima MBG hanya enam sekolah, empat sekolah lainnya tidak dapat,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Koordinator Wilayah BGN HST, Sadilah, menjelaskan pihaknya terus berupaya menjaga mutu makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat meskipun masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan bahan pokok di wilayah HST.
“BGN ingin menjamin mutu, namun kita masih kekurangan bahan pokok. Sebagian bahan masih harus dibeli dari luar daerah,” paparnya.
Sadilah juga mengakui masih terdapat ketidaksesuaian dalam jumlah bahan yang digunakan sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam pelaksanaannya.
Ia mengimbau apabila masyarakat menemukan menu yang tidak layak atau tidak sesuai standar agar segera melaporkannya kepada koordinator kecamatan atau pengelola SPPG terkait.
“Saat ini BGN juga telah membuka layanan aduan program MBG melalui call center 127 atau +62-811-1000-8008,” ujarnya.
Selain itu, Sadilah juga memaparkan data realisasi program MBG di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Saat ini jumlah penerima manfaat tercatat mencapai 25.544 orang dari target awal sebanyak 32.160 penerima dengan 12 unit SPPG yang telah beroperasi.
Ia menambahkan, jumlah relawan yang terlibat dalam program tersebut saat ini mencapai 470 orang, berkurang dari sebelumnya 564 relawan setelah dua unit SPPG di Pantai Batung dan Banua Jingah ditutup sementara.