Bima Cili Hattrick Juara Lomba Bagarakan Sahur HST, Tradisi dari 1970-an Terus Hidup di Tatah Barikin
Rizali menambahkan persiapan menuju lomba dilakukan sejak awal Maret 2026. Latihan berlangsung sekitar sembilan hari, terkadang pada sore hari dan sesekali juga dilakukan pada malam hari. Rizali bahkan berseloroh mengenai kebiasaan mereka saat latihan.
“Kalau rencana latihan jam dua, biasanya baru datang jam empat. Mulai latihannya jam lima sore, jadi waktu latihan efektifnya sekitar satu jam saja,” katanya sambil tertawa.
Meski latihan terbilang santai, persiapan menjelang penampilan sempat menghadapi tantangan. Hujan yang turun sejak sore hari membuat gladi penampilan tertunda, bahkan rombongan juga sempat kehujanan saat berangkat menuju lokasi lomba.
Di balik kesuksesan Bima Cili, terdapat sejarah panjang tradisi bagarakan sahur di Desa Tatah Barikin. Kelompok ini merupakan kumpulan anak muda dari sanggar seni yang telah ada sejak era 1970-an. Pada masa itu, kelompok tersebut dikenal dengan nama Raden Perbaya sebelum akhirnya berganti nama menjadi Bima Cili seperti sekarang.
Dengan kemenangan tahun ini, Bima Cili kembali membuktikan bahwa kreativitas, kekompakan, dan semangat melestarikan budaya mampu menjadikan tradisi bagarakan sahur tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu