WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Inflasi tahunan di Kabupaten Tabalong tercatat mencapai 6,08 persen. Sementara itu, inflasi bulanan relatif masih terkendali di angka 1,34 persen.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong, Hj Hamida Munawarah, diruang kerjanya, Kantor Sekretariat Pemkab Tabalong, Selasa (10/3/2026).
Menurut Hamida, kenaikan inflasi di Tabalong dipicu oleh beberapa komoditas, terutama emas perhiasan dan tarif listrik yang menjadi penyumbang terbesar.
Baca Juga Jadwal Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan
“Inflasi dipicu oleh emas perhiasan dan listrik. Listrik sebelumnya mendapatkan subsidi, namun sekarang sudah dicabut sehingga turut memicu kenaikan inflasi,” ujarnya.
Selain itu, lonjakan harga emas juga memberikan dampak signifikan terhadap inflasi daerah. Saat ini harga emas bahkan telah mencapai sekitar Rp2,6 juta per gram.
Pemerintah daerah pun menaruh perhatian serius terhadap kondisi tersebut, terlebih inflasi di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional.
Hal ini juga sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 500/00483/Eko/2026 tentang menjaga stabilitas harga, ketersediaan, dan kelancaran distribusi bahan pangan pokok di daerah.







