Melalui surat edaran tersebut, kepala daerah diminta untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan di wilayah masing-masing.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta melaksanakan operasi pasar murah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar dan pengawasan harga secara ketat, serta memperkuat kerja sama antar daerah.
Langkah lain yang didorong yakni merealisasikan belanja tidak terduga (BTT) untuk pengendalian inflasi, memberikan dukungan transportasi dari APBD guna memperlancar distribusi pangan, serta mengampanyekan gerakan belanja bijak di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Tabalong, Jelita Anggraini, mengatakan salah satu komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi adalah emas perhiasan.
Menurutnya, tingginya harga emas tidak mengurangi minat masyarakat Tabalong untuk tetap membeli.
“Di Tabalong, masyarakat tetap membeli emas meskipun harganya tinggi. Bisa jadi selama emas masih tersedia, akan tetap dibeli berapa pun harganya,” kata Jelita.
Diharapkan berbagai langkah pengendalian yang dilakukan dapat menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di daerah, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. (wartabanjar.com/Suhardi).
Editor Restu







