WARTABANJAR.COM – Kota Teheran dilaporkan diselimuti asap beracun setelah serangan udara Israel yang menghantam sejumlah depot minyak Iran pada Sabtu malam.
Serangan tersebut memicu kebakaran besar yang berlangsung berjam jam dan menghasilkan asap hitam tebal yang menyelimuti langit ibu kota Iran pada Minggu.
Akibat kebakaran depot bahan bakar itu, fenomena yang disebut warga sebagai hujan hitam dilaporkan turun di berbagai wilayah kota bahkan hingga puluhan kilometer dari lokasi kebakaran.
Kota Teheran sendiri merupakan salah satu kota terbesar di Timur Tengah dengan jumlah penduduk hampir 10 juta jiwa. Foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap hitam pekat menggantung di atas kota dan menutupi sebagian langit.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran.
Melalui unggahan di aplikasi Truth Social, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat siap meningkatkan serangan terhadap Iran.
Ia bahkan memperingatkan bahwa wilayah dan kelompok yang sebelumnya tidak menjadi target kini sedang dipertimbangkan untuk dihancurkan.
Warga Teheran Mengeluh Sulit Bernapas
Dampak kebakaran depot minyak tersebut langsung dirasakan warga di berbagai wilayah Teheran.
Sejumlah warga melaporkan mengalami kesulitan bernapas, sakit tenggorokan, serta iritasi pada mata akibat asap dan partikel beracun di udara.
Selain itu, hujan yang turun dilaporkan berwarna hitam dan meninggalkan noda minyak di berbagai permukaan.
Seorang warga bernama Kianoosh mengaku terkejut melihat fenomena hujan hitam yang terjadi di lingkungannya.
Ia mengatakan hujan tersebut bahkan terlihat di kawasan Tajrish yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi tangki minyak yang terbakar.
Warga lain bernama Parviz yang tinggal sekitar 112 kilometer di utara Teheran juga menceritakan dampak aneh dari hujan tersebut.
Ia mengaku hampir tidak mengenali mobilnya karena permukaan kendaraan berubah warna akibat partikel hitam yang jatuh bersama hujan.
Sementara itu, jurnalis lokal Mohammad Khatibi menggambarkan kondisi kota yang mencekam akibat asap tebal yang menutupi langit.
Menurutnya, asap yang bercampur dengan awan membuat kualitas udara memburuk sehingga banyak warga mengalami kesulitan bernapas.






