Ia juga menyebut partikel hidrokarbon yang jatuh bersama hujan menyebabkan kerusakan pada kendaraan yang terpapar.
Di media sosial, sejumlah warganet menggambarkan situasi di Teheran sebagai kondisi apokaliptik karena langit menjadi gelap akibat asap tebal yang bahkan menutupi cahaya Matahari.
Bahaya Hujan Beracun bagi Kesehatan
Sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahaya serius dari fenomena hujan beracun tersebut.
Dr Shahram Kordasti, seorang ahli hematologi onkologi asal Iran yang berbasis di Inggris, menjelaskan bahwa gas beracun dan partikel halus dari kebakaran bahan bakar dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan.
Paparan zat tersebut juga dapat memperburuk penyakit asma, gangguan paru paru, penyakit jantung, hingga meningkatkan risiko kanker.
Badan lingkungan Iran pun segera mengeluarkan peringatan kepada warga agar tetap berada di dalam ruangan.
Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan gerimis yang mengandung bahan kimia berbahaya serta tidak menyalakan pendingin udara untuk sementara waktu.
Depot Minyak Iran yang Jadi Target Serangan
Pemerintah Iran menyatakan beberapa fasilitas minyak yang terbakar antara lain gudang bahan bakar Aghdasieh di timur laut Teheran, depot minyak Shahran di bagian utara kota, kilang minyak di wilayah selatan Iran, serta depot minyak di Karaj di sebelah barat ibu kota.
Militer Israel mengonfirmasi bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Mereka menyebut serangan itu menargetkan sejumlah kompleks penyimpanan bahan bakar milik Islamic Revolutionary Guard Corps yang diklaim digunakan untuk mendistribusikan bahan bakar bagi berbagai unit militer Iran.
Serangan ini juga bukan yang pertama terhadap fasilitas energi di Teheran.
Sebelumnya, depot minyak Shahran pernah menjadi target dalam kampanye udara Israel terhadap Iran pada Juni tahun lalu.
Di saat bersamaan, warga Teheran juga melaporkan adanya pemboman berat di beberapa wilayah kota pada Sabtu malam yang semakin memperburuk situasi keamanan di ibu kota Iran.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad






